Monday, June 17, 2013


Aneh, seorang yang telah berkali – kali mengikuti tes wawancara tapi perasaan takut dan ragu masih juga muncul.  Memang wawancara kerja tentu dilakukan oleh orang yang berbeda saat kita melamar di perusahaan yang berbeda, tapi sebenarnya kalau kita jeli ada hal – hal pokok yang memiliki kesamaan. Salah satu penyebab rasa takut dan ragu saat wawancara adalah adalah pertanyaan  yang kita anggap sulit, sebuah pertanyaan yang  bersifat menjebak apapun jawaban yang kita berikan pada pewawancara. Pertanyaan dilematis seperti ini tentu akan membuat calon karyawan menjadi tertekan.
Sekarang pertanyaannya adalah mengapa pertanyaan semacam itu justru dimunculkan oleh pewawancara? Pertanyaan “menyiksa” seperti itu tentu bukan tanpa tujuan. Pihak manajemen melalui pewawancara memiliki pertimbangan  bahwa pertanyaan semacam itu akan dapat menguji kemampuan diplomasi, kepribadian dan kejujuran dari pelamar. Tentu saja perusahaan menginginkan sumber daya  yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan sulit yang sering diajukan oleh pewawancara:

    Dengan kemampuan yang anda miliki,berapa gaji yang anda inginkan?
    Apakah anda memiliki kekurangan? Apakah kekurangan yang anda miliki?
    Apa saja sifat-sifat positif yang anda miliki?
    Mengapa anda keluar dari perusahaan yang sebelumnya dan memilih perusahaan ini?

Menghadapi pertanyaan sulit seperti itu kita harus cerdas dan segera menjawab. Sebagai bahan pertimbangan, dibawah ini adalah jawaban ideal; dari pertanyaan di atas:
1. Untuk calon karyawan yang belum berpengalaman, pertanyaan tentang gaji adalah pertanyaan paling sulit.  Karena itu anda harus sudah mempelajari dan mencari informasi sebelumnya tentang posisi yang sedang anda tuju.  Dengan bekal informasi yang valid, anda akan dapat menentukan standard gaji yang wajar sesuai dengan kemampuan yang anda miliki. Jawaban yang salah (terlalu rendah atau terlalu tinggi) akan sangat merugikan anda. Tapi tentu saja anda dapat menyebut angka diatas standard, dengan catatan anda bisa memberikan argumen yang kuat, misalkan kemampuan yang anda miliki memang layak untuk dihargai lebih.

2. Pertanyaan tentang kekurangan yang kita miliki bisa menjadi sebuah dilema sulit. Sangat tidak mungkin jika kita menjawab kita tak punya kekurangan sama sekali, tapi akan berakibat fatal juga jika kita menyebut seratus kekurangan ada pada diri kita meskipun faktanya memang demikian. Coba anda persiapkan diri dengan “menginventarisir”  kekurangan yang anda miliki. Usahakan setelah itu, setelah itu buat urutan berdasarkan pertimbangan kalau kekurangan memiliki pengaruh dengan posisi yang anda tuju.  Sebagai misal, jika anda ingin melamar sebagai “Sales Excutive” sebuah perusahaan properti, tentu “ketidakmampuan berkomunikasi” adalah kekurangan yang paling berpengaruh dibandingkan dengan kekurangan yang lain. Setelah itu pilih beberapa kekurangan yang anda miliki yang berada pada posisi di tengah. Tapi ingat, kekurangan di rangking atas adalah pekerjaan rumah yang harus segera anda selesaikan jika anda diterima bekerja di perusahaan.  Segera buang jauh – jauh kekurangan itu, atau minimal anda harus meminimalkan segera mungkin.

3. Untuk pertanyaan tentang alasan mengapa anda memilih keluar dari perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya,  usahakan  untuk tidak memberikan jawaban yang menjelek – jelekan perusahaan tersebut. Selain itu anda juga harus menghindari jawaban bahwa anda ingin mencari mencari pengalaman baru. Dua jawaban itu tersebut akan disimpulkan oleh pewawancara kalau anda tidak memiliki loyalitas.  Anda bisa menjawab secara diplomatis seperti: “Sebenarnya saya cukup bisa menikmati bekerja di perusahaan  yang lama, tapi saya memutuskan untuk keluar keluar karena  saya merasa adanya ketidak sesuaian dengan tujuan pihak yang kurang bisa menghargai kinerja karyawannya dengan baik.”
Perlu sekali untuk dicatat, berusahalah untuk jujur, karena kejujuran akan sangat dihargai oleh pewawancara. Ketidakjujuran yang diindikasikan dengan jawaban yang dibuat – buat justru tidak akan menolong anda untuk kesuksesan wawancara.  Oke, semoga tips wawancara kerja perusahaan ini bisa membantu anda yang tengah menghadapi tes wawancara untuk pekerjaan yang anda inginkan. 

Semoga sukses selalalu bersama anda!

0 comments:

Post a Comment